Ramadhan Yang Membawa Rahmat Part 1

Ramadhan yang membawa rahmat. Memang gak salah, karna ku temukan “Rahmat”ku di bulan ini.
Saat itu kami berdua masih bocah, bocah rahmat dan bocah ayu 😀
Peringatan Nuzul Quran adalah moment yang tepat untuk mencari cinta hahaha, pemuda pemudi beredar mendatangi mesjid2 dalam beberapa hari.
Dialah bocah Rahmat (15 tahun), anak kampung sebelah, Padang Macang, nipan jadi penghalang kampungku dan kampungnya. temaku yang ngenalin, teman rahmat juga, Rifa namanya, o iya sekarang dia bukan teman aku lagi.
“Yu pacaran ya sama kamal?” tanya Rifa dari atas motor di depan mesjid Padang Macang, lupa nama mesjidnya.
“Kata siapa? ogah banget pacaran sama dia” bocah Ayu sewot. Sekedar info, si Kamal ini emang boleh dibilang gak terlalu jelek tapi juga gak bisa dibilang ganteng, standar lah, dia pemabuk, perokok, dari awal puasa gencar bgt deketin bocah ayu.
“Mau gak sama temen aku? orangnya ganteng, baik, gak merokok, dijamin Ayu gak kecewa, dia sekolah di pekanbaru.” Rifa dengan bangga mempromosikan temannya.
“Ah gak mau, dia kan pacaran sama Isel”
“Bukan yang itu, adiknya, seumuran kita”
“Emang ada yang seumuran kita?”
“Ada”
Ayu gak menjawab, dia masuk lagi ke mesjid. gak lama dateng lagi si Rifa, ngomong dari jendela Mesjid.
“Yu, Sabtu ke pasar ya, aku bawa temen aku”
“Gak janji ya” Si ayu waktu itu emang masih penakut karna gak diijinin pacaran sm orangtuanya.
Si Ayu gak dateng ke pasar, hehe waktu itu bikin kerupuk singkong. gak tau Rahmat Rifa dateng apa gak.
—————

16 November 2003, Halaman Mesjid Nurul Iman Ketinggian
Rifa: “Yu gimana mau gak sama temen aku?”
Ayu: “Kenal aja belum Fa, belum pernah ketemu juga”
Rifa: “Tu orangnya yang lagi di pintu” (waktu itu emang ada cowok kaos hitan dan jins, plus sarung di leher, melihat ke arah dalam mesjid, artinya membelakangi ayu dan rifa)
Ayu: “Mana, gak keliatan”
Rifa: “Nanti aku kenalin ya, kita pulang bareng”

Maka pulanglah aku beserta rombongan dari kampungku, di jalan ada lagi itu si Rifa.
Rifa: “Yu, mau kenalan sekarang gak?”
Ayu: “Mana orangnya?”
waktu itu dateng bocah yang tadi aku liat di pintu mesjid, gak tau dia dateng dari mana, Rifa langsung ambil posisi berjalan beberapa langkah di dapanku, jadilah aku jalan berdua sama bocah baju hitan itu, diam aja kita sepanjang jalan haha dalam hati ku berpikir “buset diem amat ni cowok” tapi aku juga malu ngajak ngomong duluan.
Sampai juga kita di pertigaan, itu dia mau belok ke rumahnya, si Rifa nanya lagi “Udah kenalan belum?”
aku jawab “Belum”
“Ayo kenalan, lama amat, ulurin aja tangan”
jadilah kita sama2 ngulurin tangan, sebutin nama masing2: Rahmat, Ayu. habis itu langsung pisah, dia belok ke rumahnya, aku dan rombongan terus jalan lurus, hahaha ritual kenalan yang singkat dan padat, belum tau aku gimana mukanya, gak ada perasaan apa2 waktu itu. tapi paling ingat, di belakang kaos hitam dia ada tulisan “WOW”. nyampe rumah udah jam 2 malam, langsung sahur, tidur, subuh jam 6.
———————

Senin 17 Nov 2003, Halaman mesjid Nurul Iman Ketinggian.

Aku jalan sama temanku Yani n Ayu (adik yani) ke arah beberapa penjual makanan, di pinggir jalan ku liat cowok yang kemaren pake baju hitam celana jins dan sarung dileher, ku sapa dia “Rahmat” dia jawab “Iya” aku gak berenti.
kubeli bakso tusuk, kumakan sambil jalan, rahmat nyamperin waktu aku jalan, aku berenti, temanku terus jalan, sambil berdiri di jalanan rahmat nanya “gimana yu?”
“Apa mat?”
“Yang dibilang temen aku kemaren”
“Aku boleh mikir dulu gak mat?”
“Kan udah mikir tadi malam”
“……………..” sama2 diam, sama2 ngeliat ke tanah, seolah2 di tanah ada TV,
“Gimana Yu?” rahmat nanya lagi.
“Tapi rahmat ntar kan ke pekanbaru”
“Kan masih lama”
“……………” sama2 diam 1 atau 2 menit, lagi.
“Gimana Yu?”
malu aku gimana jawabnya, waktu itu muncul pikiran, ternyata yang paling susah itu bukan pelajaran SKI, yang paling susah adalah bilang “iya” waktu ditembak orang, nolak orang itu gampang, segampang ngupil haha.
akhirnya tanpa melihat wajah rahmat, karna menahan malu, kuanggukkan kepalaku, tandanya “iya”, waktu itu rasanya mukaku merah, darah numpuk cuma di muka. malu. lalu ku lihat muka rahmat, dia lagi celingak celinguk ke arah teman2nya, dari tadi dia juga nunduk aja. masih gak berani aku natap wajahnya langsung, jadi aku gak tau detail mukanya kayak apa waktu itu, aneh aku terima cinta orang yang aku gak tau wajahnya, gimana kalo wajahnya panuan? gimana kalo giginya kuning? gimana kalo hidngnya gede dan pesek? aduh gak kebayang. Yasudahlah, aku gak peduli, yang aku tau tadi ada yang nyuruh dari dalam diri aku buat ngangguk, ya aku ngangguk aja. hehe.
“Mat, aku kesana dulu ya..”
“Iya”

ditanya sama temen aku “Yu kamu tadi ngapain?”
“Habis jadian” malu tapi aku senyum sendiri, girang, tapi gak tau kenapa.
“Sama orang tadi? wah ganteng yu”
“Masa iya? aku belum liat mukanya”
“Iya, mirip Tomok” (Tomok itu vokalis band New Boyz, aku ini fans berap tomok, gak ada orang yang lebih ganteng daripada tomok waktu itu hehe)
“Aduh gak tau”

Aku pindah ke tukang jual sate, masih sama temen aku. Datang rahmat sama temen2nya, Rifa, Iwan, Peri. ada juga Ni Rini, Ni Rini ini senior aku, tapi sekarang udah lulus, teman sekamar aku juga di asrama, hehe jadi boleh dibilang kita dekat, walaupun udah lama gak ketemu, selama di asrrama ni Rini ini suka manggil aku “atuek” (kakek), kenapa bisa atuek? tak perlu ku jelaskan.
Ni rini bilang “Tuek, ngecek lah jo adiek ak, Mat apo dek ontok2 ajo ang?”
Aku cuma senyum2 malu. Kita ngobrol beberapa menit, nanyain tentang keluarga, pertanyaan2 standar anak kelas 3 SMP..
Malam ini ku pulang ke rumah dengan hati girang, gak bisa dijelaskan, hanya senyum2 kayak orang stres, waktu sahur di rumah aku masih senyum2, orang di rumah heran2, “kenapa senyum2 aja?” langsung aku bilang aku baru jadian ke sodara2 aku, dan ke amak abak aku. itu dia, pacar pertama aku, Rahmat, waktu itu belum tau nama lengkapnya, aku cuma tau nama dia Rahmat, dia sekolah di pekanbaru, gak tau kelas berapa, gak tau dia sekolah dimana, gak tau kapan dia balik ke pekanbaru, yang aku tau sekarang aku punya pacar, pacar pertama, tanggal 17 november 2003, bulan ramadhan, di Mesjid Ketinggian, aku kelas 3 MTsN.

bersambung…

Advertisements

sing a song

senin aku menunggu
selasa aku pun masih menunggu
untuk melihat apa kau baik baik saja
rabu, kau masih tidak disini
tak peduli pagi ini atau nanti
kamis juga masih kosong
jumat sabtu atau minggu
setiap hari aku rindukan dirimu
tidak seharipun kau kembali
seperti hari yang lalu
di hari aku bertemu denganmu
hari dimana aku ingin dekat denganmu
hari dimana kita saling berpegangan tangan
hari dimana aku mencintaimu
hari dimana aku bicara denganmu
hari dimana kau mendengarkanku
berapa lama lagi akan begini? aku tidak tahu
berapa banyak bulan atau tahun?
berapa jutaan memori masa lalu?
aku selalu merindukanmu

#unknown song from a movie, just love this song

Sikuai Island

After my previous post about Harau valley, I’ll take you to a beautiful and charming side of West Sumatra. Its beauty is ready to steal your heart, believe me! It’s Island Sikuai. Many people say that the island is more beautiful than Bali.
Arriving in Sikuai Island, you will be greeted by a stretch of white sand, a row of palm trees, the cool air, blue sea, and the various animals. Peace and tranquility are also ready to provide you with exceptional indulgence. The sea is blue and calm. Coral reefs and hundreds of colorful fish will be your diving friends.

If you are finished diving, do not forget to get around the island by bicycle. You can rent bicycles provided by the resort on the island Sikuai. Cycling with sea view and the expanse of green forests and variety of wildlife such as monkeys and birds, will be an unforgetable experience.

In the afternoon, will be closed in the beauty of sunset in Sikuai. You can climb a small hill in the middle of the island through the dozens of steps. Make sure you do not pass a second to capture the beauty of the sunset on your camera.

There is one resort on the island Sikuai, named The New Sikuai Resort. You can rent a room at a price of Rp 750,000/ night. This resort also provides some facilities for swimming, snorkeling, diving, and a wide range of water sports.

How to get to Sikuai Island? From BIM Airport (Minangkabau International Airport – PDG) it is best to take a taxi or any other form of transport and ask them to go to “Dock in the Port Estuary Marine Tourism”. Most people at the airport will know where That is in Padang.

It is about a 45 minute drive from the airport to our office at Pier Marine Tourism. Following the check-in guests can relax and wait for the departure at AW Resto. Sikuai island is located 23 km from Padang and takes about an hour to reach by our boats (less than half an hour if using a speedboat).

Penyebab Utama Kerusakan Hati

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama

2. Tidak buang air di pagi hari

3. Pola makan yang tidak beraturan

4. Tidak makan pagi

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan

6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan, hal instan

7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit

8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari.

Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

SEBAB:

Malam hari pukul 21.00 – 23.00:

Adalah pembuangan zat-zat tidak berguna / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Malam hari pukul 23.00 – dini hari pukul 01.00:

Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas

Dini hari pukul 01.00 – 03.00:

Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur

Dini hari pukul 03.00 – 05.00:

De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran

Pagi pukul 05.00 – 07.00:

De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

Pagi pukul 07.00 – 09.00: Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 6:30. Makan pagi sebelum pukul 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

 

*Sumber: note FB ^^

Journey To Tangkuban Perahu Mountain

Image

Ratu crater

Image

road to Domas crater

Image

Domas crater

Image

Boiling water, boil your eggs here

Tangkuban Perahuh Mountain, located in Subang, about 25 km from Bandung, West Java, Indonesia.

Tangkuban Perahu is a volcane, there are 3 craters: Kawah Ratu (Ratu crater), Kawah Domas (Domas crater) and Kawah Upas (Upas Crater).
Kawah Ratu is the biggest one, gray with a pool of water, 500 meters deep. Most people take picture here, the sigh is just amazing, the temperature is 17 degrees celcius, so cold isn’t it?
Kawah Domas is beautiful spot too, about 1,5 km down, the walk is tiring but it’s fun. Domas is an active crater, the smell of sulphur, boiling water, you can boil some eggs here.
Kawah Upas is the oldest crater, behind Kawah Ratu.

Ticket price: Rp 10.000

Ini Yang Terbaik

Beberapa bulan yang lalu, seseorang (pacar aku) menceritakan sebuah kisah yang menarik, penuh makna.

Alkisah di suatu masa, hidup seorang raja yang gemar berburu, raja itu mempunyai seorang sahabat sekaligus penasehat. Suatu hari raja mengajak pasukannya berburu di hutan, sahabatnya juga ikut bersamanya. Ketika hendak memanah, kuda sahabat raja tergelincir, sehingga kehilangan kendali, dan tanpa sengaja panah tersebut mengenai jari kelingking raja hingga putus. Raja mengerang kesakitan, sahabatnya tertegun, tapi kemudia sambil tersenyum dia berkata “INI YANG TERBAIK”.
Raja marah besar mendengar apa yang diucapkan sahabatnya, sehingga dia memerintahkan pasukannya untuk memenjarakan sahabatnya, tak terhitung siksaan yang didapatkan sahabat itu di dalam penjara.

Beberapa minggu kemudian, raja kembali berburu, namun mereka tersesat ke hutan yang dihuni oleh suku kanibal, raja dan semua pasukannya ditangkap dan diikat, satu persatu pasukannya dibantai dan disantap oleh suku kanibal tersebut, tibalah giliran raja, dia tak kuasa menyembunyikan ketakutannya. Tapi ternyata suku kanibal ini mempunyai tradisi sendiri, mereka tidak boleh memakan manusia yang cacat. Ketika diperiksa, mereka mendapati bahwa kelingking raja sudah tidak ada, dengan berat hati suku kanibal melepaskan sang raja. Raja yang tadinya ketakutan, merasa sangat lega ketika suku kanibal itu melepaskannya, sesegera mungkin dia kembali ke kerajaan.

Sesampainya di istana, raja langsung menemui sahabatnya di penjara dan berkata: “Maafkan aku karena telah memenjarakanmu, harusnya aku berterimakasih kau sudah memanah kelingkingku hingga putus, jika tidak mungkin aku sudah dimakan suku kanibal”
Sambil tersenyum sahabat berkata, “Tidak apa raja, ini yang terbaik”
“Mengapa kau berkata begitu? Kau tersiksa selama di penjara, tapi kau masih mengatakan ini yang terbaik”
sahabat kembali tersenyum dan menjawab “Kalau raja tidak memenjarakan saya, tentu saya akan ikut berburu bersama raja, dan pasti suku kanibal itu sudah memakan saya, karna tubuh saya tidak cacat”

Raja hanya terdiam dan menyadari bahwa memang semua yang menimpa dirinya, semua yang terjadi adalah hal yang terbaik.

Beautiful heaven, Harau Valley

Image

waterfall

Image

amazing valley

Image

look at the wall

Image

everything’s green around me

Harau Valley, located in Payakumbuh, West Sumatera. 3 hrs from Minangkabau International Airport. 2 hrs from Bukittinggi.
Along the road to Harau Valley is a lovely countryside. Steep granite walls shelter the fertile valley. A waterfall, 150 meters high falls into a basin. The Harau Valley is a nature and wildlife reserve, where tapir, siamangs, boars, wild goats and tigers still roam. The Harau Valley is 15 km from Payakumbuh.
So lucky, i live only 5 kilometers from this valley, come to my home and I’ll take u to this beautiful heaven, i like to make friends abroad, just  email me ayusolomax@gmail.com 🙂